WP Non Efektif (NE)

hedge-fund-taxation-31

WP NE adalah WP yg tdk melakukan pemenuhan kewajiban perpajakannya baik berupa pembayaran maupun penyampaian SPT Masa dan/atau SPT Thn sesuai dgn ketentuan peraturan perundangan perpjk, yang nantinya dapat diaktifkan kembali.

Definisi WP NE tsb diatur dlm SE-89/PJ/2009, juklak yg lama ditunggu2 utk menangani WP tidak aktif. SE-89/09 ini merupakan ‘turunan’ WP bebas sanksi formal as pasal 7 KUP 2008. Outcome WP NE ini adalah walaupun ber-NPWP, WP tidak dikenakan sanksi formal pasal 7 KUP bila tidak lapor SPT (baca https://rusdiyanis.wordpress.com/2009/06/04/382/ )

Kriteria WP NE dlm SE 89/09 scr garis besar sama dgn kriteria WP dlm pasal 7 UU KUP 2008, yaitu : WP OP telah meninggal dunia, (badan/BUT) scr nyata tdk ada kegt usaha, WP badan bubar tetapi blum ada akta pembubaran/likuidasi, bendaharawan sdh tdk melakukan pembyran,  WP ekspat atau WNI berada/bekerja di LN lebih dari 183 hr/12 bln (padahal psl 7 UU KUP 2008 hanya mengatur WP OP asing/ekspat yg telah EPO bukan WNI).

Kriteria WP NE lainnya yg tdk diatur dlm psl 7 KUP adl : 3 thn berturut2 tdk setor dan lapor pajak, serta tdk diketahui/ditemukan alamatnya. Sedgkan kriteria lainnya dlm psl 7 KUP tetapi tdk diatur dlm SE ini dan menunggu Peraturan menteri keuangan, yaitu  WP terkena bencana alam dan  WP lainnya.

juklak jadoel yg digantikan adl SE 26/88 dan SE 14/90. Sy menangkap beberapa ‘angin’ perubahan  WP NE yg dibawa SE-89/09 antara lain :

a.  Sebelumnya label ‘WP NE’ adalah istilah administrasi internal DJP yg hanya bersifat ‘ex officio’ atau jabatan, dlm arti hak DJP bukan hak WP dan tdk ada kejelasan prosedur WP dapat mengajukan permohonan.

Butir 4 huruf  b SE 89/2009 mengatur bahwa WP yg telah memenuhi kriteria WP NE mengajukan pemohonan ke KPP dengan melampirkan : Surat pernyataan tdk lagi melakukan kegt usaha; surat pernyataan sudah tdk melakukan pembyr bagi bendaharawan; srt keterangan dlm proses pembubaran/likuidasi dr notaris; fotokopi passpor dan kontrak kerja atau dokumen lainnya yg menyatakan berada di LN lebih dr 183 hr/12 bln.

b. Sebelumnya salah satu kriteria WP NE adl WP yg selama 2 thn berturut2 tdk setor dan lapor SPT, Sekarang harus 3 tahun berturut2.

c. utk bendaharawan diatur dgn jelas di NE-kan dgn surat pernyataan sudah tdk melakukan pembyran.

d. ‘sedikit’ solusi bagi WP WNI yg telah bekerja lama di LN dan telah dikenakan pjk di LN as Per 2/2009, tetap ber-NPWP namun tdk perlu lapor SPT di Indonesia (lihat https://rusdiyanis.wordpress.com/2009/01/22/tki-non-resident-as-per-2pj2009-suatu-tinjauan/ ).

‘sedikit’ solusi karena masih menyisakan masalah akibat per 2/09 ini, yaitu rancunya status subyek pajak ini : WP DN NE atau WP LN; bagaimana mengetahui bahwa WP tsb telah dikenakan pjk di LN bila tidak lapor SPT ?; bgmn bila ada penghsl di indonesia ?.

Timbul pertanyaan …. apakah bila WP kriteria pasal 7 (2) namun belum diberi label NE tetap dpt di-STP ?. menurut saya tetap tidak dpt di- STP, krn prinsip substance over form dlm UU PPh. substansinya ia adl WP tidak aktif/efektif as pasal 7 KUP, formalnya label NE as SE 89/09. secercah kejelasan penanganan WP NE ini mulai berlaku pd tgl 1/1/2010.

One thought on “WP Non Efektif (NE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s