Natura dan Kenikmatan

Pada suatu milis terdapat pertanyaan sbb :

‘Kalau Karyawan Asing (Presdir) yang hanya bekerja di satu Perusahaan, dan orang asing tersebut mendapat penghasilan dari Indonesia dan dari Pusat (Jepang). Penghasilan dari Indonesia PPh 21 dibayar sendiri (tiap bulan). Dalam pembuatan spt tahunan 1770, Penghasilan tersebut digabung (dari Jepang ada list Sertificat Income Januari s/d Desember) dan terdapat kurang bayar.

Kurang bayar tersebut Pajaknya dibayar oleh Perusahaan Pusat (Jepang). Bagaimana perlakuan atas Pajak yang dibayar dari Pusat tersebut? Apakan termasuk penghasilan Karyawan?’

Jawaban saya adl penghasilan bagi karyawan, baik sbg tunjangan PPh atau PPh ditanggung perusahaan (natura/kenikmatan) karena pemberi penghasilan WP LN (dikenakan PPh Pasal 26 Final).

Membaca pertanyaan tsb saya ingat perubahan UU PPh tentang natura dan kenikmatan, yaitu pasal 4 (3) huruf d. Natura adl imbalan berupa barang (tangible asset) seperti beras, gula, dll. Sedangkan kenikmatan merupakan imbalan berupa manfaat langsung tdk berupa barang, seperti perumahan, kesehatan, pendidikan, pajak yg ditanggung/dibayarkan perusahaan. Istilah lainnya benefit in kind atau fringe benefit.

Dlm UU PPh lama disebutkan bahwa natura atau kenikmatan yg diberikan WP atau pemerintah bukan obyek pajak. Sedangkan pasal 9 (1) e menyebutkan natura dan kenikmatan bukan pengurang penghasilan bruto. Maknanya ?….. natura/kenikmatan tetaplah obyek pajak karena memenuhi definisi obyek PPh as Pasal 4 (1) : ‘tambahan kemampuan … dlm bentuk apapaun’. Namun pengenaan pajaknya digeser dari penerima penghasilan kepada pemberi penghasilan, dgn tidak diperbolehkannya natura/kenikmatan tsb sbg biaya dlm menghitung penghasilan kena pajak pemberi penghasilan. Tujuannya kira2 (?) mendorong pemberi penghasilan memberi imbalan berupa uang tunai dan menghindari kesulitan dlm menilai Rp barang atau manfaat tsb.

Mekanisme pergeseran pengenaan pajak ini hanya berjalan bila pemberi penghasilan merupakan WP yg menghitung PPh dgn mekanisme pasal 16 UU PPh, penghasilan dikurangi biaya. Bila bukan, tentu tidak mungkin menggeser pengenaan pajaknya. Bagaimana bila pajak dihitung tanpa memperhitungkan biaya, seperti PPh pasal 4 (2) final utk sewa, pengalihan tanah/bgn, atau konstruksi? atau PPh Pasal 15 final shipping dan kantor perwakilan dagang asing (Rep. Off)?. Tentu saja menjadi loop hole, bebas di penerima penghasilan dan terhindar di pemberi penghasilan.

Juklak pemotongan PPh Pasa 21 (mulai dr KEP-545/PJ./2000 s/d PMK 252/PMK.03/2008 ) telah mengantisipasi hal ini dgn mengatur bahwa natura/kenikmatan mrpk obyek PPh Pasal 21 bila dibayarkan oleh : bukan WP selain pemerintah, WP yg dikenakan PPh final dan yg dikenakan PPh berdasarkan norma penghitungan khusus (deemed profit). Dengan demikian natura/kenikmatan yg dibayarkan oleh non WP atau WP dikenakan PPh final mrpk obyek PPh Pasal 21.

Namun obyek PPh tentu bukan hanya PPh Pasal 21. Seperti contoh soal di atas, apakah PPh ditanggung perusahaan obyek PPh Pasal 25/29? atau bagaimana bila imbalan sehubungan dgn pekerjaan atau jasa obyek PPh 23 dlm bentuk natura yg diterima perusahaan (badan hukum) ?. Oleh karena itu, UU No. 36/2008 telah menambahkan kriteria pemberi natura/kenikmatan pada pasal 4 (3) huruf d yaitu : WP yg dikenakan PPh final atau yg dikenakan PPh berdasarkan norma penghitungan khusus (deemed profit) yg menyebabkan natura/kenikmatan tsb menjadi obyek PPh bagi penerima.

Bicara tentang pajak dibayarkan perusahaan, tidak ada batasan atau kriteria yg jelas antara PPh ditanggung perusahaan sbg kenikmatan atau tunjangan PPh. Tunjangan berarti taxable dan deductable, kenikmatan berarti non taxable dan non deductable. WP dapat memilih utk tax planning, apakah pengenaan pajaknya digeser ke penerima atau pemberi penghasilan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s