Jasa keagenan kapal asing

Baru-baru ini asosiasi INSA mengajukan usulan definisi jasa perantara yg memang tidak disebutkan dalam Per 70/2007. Dalam usulan definisinya , jasa keagenan kapal asing tidak termasuk dalam pengertian jasa perantara sehingga jasa keagenan kapal asing bukan obyek PPh Pasal 23. DJP merespon usulan ini dengan S-09/2008, berjanji akan mempelajari usulan tsb dan menegaskan bahwa jasa keagenan kapal bukan obyeh PPh 23 SEPANJANG tidak mengandung unsur jasa as PER 70/2007.

Agen pelayaran asing dalam peraturan perundang-undangan nasional diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 1999 dan Keputusan Menteri Perhubungan No. KM.33 tahun 2001, angkutan laut asing yang kapalnya melakukan kegiatan angkutan laut ke dan dari pelabuhan Indonesia yang terbuka untuk perdagangan luar negeri wajib menunjuk perusahaan angkutan nasional yang memenuhi persyaratan yang ditentukan sebagai agen umum. Apabila agen tersebut memenuhi syarat sebagai Agen Tidak Bebas (Dependent Agent), sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (5) UU PPh atau Pasal 5 ayat 5 P3B, maka terbentuk Bentuk Usaha Tetap (BUT) di Indonesia.


Dependent agent kapal asing merupakan hubungan antara pemilik kapal atau prinsipal di luar negeri dengan salah satu perusahaan pelayaran dalam negeri untuk mewakili atau mengurusi berbagai keperluan usaha prinsipal di Indonesia, antara lain berupa : mengurus perijinan usaha, administrasi dan pengawasan kegiatan operasional kapal; mencarikan muatan (marketing); mencatat semua pengeluaran dan dokumentasi; memungut uang jasa angkutan (freight); mewakili dan memberikan konsultasi dalam pemenuhan hak dan kewajiban pajak.


Lalu, apakah agen (tdk bebas) kapal asing ini menyerahkan jasa perantara ?.

Sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia kata ‘perantara’ berarti : makelar, calo (dalam jual-beli). Menurut Ensiklopedi Indonesia kata “perantara” berarti : orang yang bertindak sebagai perantara dalam perikatan perjanjian di bidang tertentu, dengan mendapat imbalan balas jasa atau pembagian keuntungan dan bertindak atas perintah atau atas nama orang-orang yang tidak ada ikatan kerja tetap dengan dirinya. Perantara hanya merupakan orang ketiga (penengah) dan tidak mengikatkan diri pada si pemberi perintah.


UU PPN juga menyebut kata ‘perantara’, yaitu dlm memori penjelasan Pasal 1A ayat (1) huruf c, yang dimaksud dengan pedagang perantara ialah orang pribadi atau badan yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya dengan nama sendiri melakukan perjanjian atau perikatan atas dan untuk tanggungan orang lain dengan mendapat upah atau balas jasa tertentu, misalnya komisioner.


Kita perhatikan bahwa kontribusi jasa perantara sangat kecil, hanya menghubungkan keduabelah pihak dan bersifat sementara. Perantara ini juga tidak mengikatkan diri sehingga tidak ada tanggung jawab setelahnya. Klo agen kapal hanya bertindak mencarikan pembeli/penjual dan sebagai penghubung keduanya dan tdk ada tgg jwb setelah deal, bisa dikatakan sbg perantara. Tetapi klo dia berperan lebih dari itu, ikut serta dan bertanggung jawab dalam menjalankan bisnis maka lebih dari sekedar jasa perantara.


Pemberian jasa dgn ikut serta atau terlibat langsung dgn aktivitas manajemen pihak penerima jasa adl jasa manajemen.

Agen kapal asing tersebut terlibat langsung dengan aktivitas manajemen prinsipal, bertanggung jawab atas hasil pekerjaannya kepada prinsipal dan mewakili prinsipal bertanggung jawab kepada pelanggan. Atas jasa yang diserahkannya agen kapal asing mendapatkan imbalan (fee).


Disimpulkan, walaupun jasa kegenan kapal asing tidak tercantum dalam PER 70/2007, namun jasa tsb mengandung unsur jasa manajemen sebagaimana tercantum dalam PER 70/2007, sehingga terutang PPh Pasal 23.

About these ads

13 thoughts on “Jasa keagenan kapal asing

  1. mau tanya pak bagaimana proses atau tatacara agent utk melayani kapal pesiar mulai dari akan datang sampe meninggalkan plabuhan dan pihak2 mana saja yg terkait? trimakasih, mohon kesediaannya menanggapi.

  2. mas, rusdi mo nanya…, apakah perusahaan yang mengelola pelabuhan khusus seperti pelabuhan utk bahan tambang, bisa mengelola keagenan sendiri…????
    maksih mas…..

  3. maaf bu/pak Okki. saya bukan ahli bahasa :-) apapun istilahnya dlm aturan pjk tetaplah penghasilan sbg obyek pajak.

  4. Pak Anang, coba lihat di kamus bhs ind.

    menurut sy balas jasa atau fee adalah imbalan yg diterima pemberi jasa atas jasa yg dilakukannya. perbedaanya dgn pembagian keuntungan, balas jasa merupakan aktif income dan jumlahnya diketahui di awal (fixed atau persentase dr omset). sdgkan pembagian keuntungan biasanya atas share atau kontribusi modal dan jumlahnya baru diketahui setelah ada profit. dlm konteks jasa perantara, pembagian keuntungan terjadi karena mencarikan pembeli atau penjual (makelar/calo). makelar atau calo ini akan mendapatkan sekian persen dr keuntungan transaksi yg terjadi.

    sebenarnya tidak usah mempermasalahkan perbedaan terminologi balas jasa-pembagian keuntungan. persepsi sy tentang withholding tax PPh Pasal 23 adl semua jasa seharusnya obyek PPh Pasal 23 kecuali jasa tertentu (walaupun dikatakan obyek pph 23 bukan negarive list).

    pengecualian jasa tertentu dpt karena prinsip materialitas dan kemudahan adm, seperti jasa kurir, atau karena kesulitan menghitung dasar pengenaan pajaknya (jasa freight forwarding), atau karena pajak berganda (jasa drilling BUT yg telah membayar PPh pasal 25/15 dgn demmed profit).

    Apapun namanya, entah esensi sbg jasa perantara atau jasa manajemen, fee yg diterima agen kapal (asing) atas jasa yg dilakukannya dlm mengurus kapal asing di Ind adalah obyek PPh pasal 23. sy tdk melihat alasan (apalagi krn hanya alasan istilah) jasa tsb tidak dikenakan pph pasal 23.

  5. Kita perhatikan bahwa kontribusi jasa perantara sangat kecil, hanya menghubungkan keduabelah pihak dan brsifat smentara..perantara ini jg tdak mencarikan pembeli atau pnjual dan sbgai pnghubung kduanx dan tdak ada tngg jwb setelah deal..

  6. Bos apa yg dmaksud dgn balas jasa dan pembagian keuntungan, dan berikan gambaran atau pnjelasanx.. Ok brow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s