Bunga Pasal 4 (1) UU PPh

Saya repost tulisan saya tentang pendapatan bunga sebagai obyek PPh cfm Pasal 4 (1) UU PPh No.17/2000 pada suatu milis pajak. Postingan ini dibuat ketika UU No.36/2008 belum terbit.

UU No.36/2008, Pasal 4 (1) huruf r telah mengatur imbalan bunga dari DJP sebagai obyek PPh.

Semoga bermanfaat.

——————————–

BUNGA PASAL 4 (1) f

Untuk menjadi obyek PPh Pasal 23, imbalan bunga kepada WP harus memenuhi syarat kumulatif: dibayarkan/terutang oleh badan pemerintah dan bunga as pasal 4 ayat (1) huruf f UU PPh. Kita persempit diskusi, apakah imbalan bunga kpd WP termasuk bunga Pasal 4 ayat (1) huruf f UU PPh ?.

Terbukanya ruang diskusi dan perbedaan persepsi tentang ‘bunga’ karena tidak adanya definisi bunga dalam Pasal 4 ayat (1) huruf f beserta memori penjelasannya. SE-01/2005 yg menyatakan imbalan bunga bukan obyek PPh Pasal 23 pun tidak menjelaskan definisi bunga dan argumentasi mengapa imbalan bunga kpd WP bukan obyek PPh Pasal 23. Sebenarnya SE-01/2005 inilah yg saya kritisi.

Bila kita cermati redaksional Pasal 4 ayat 1 huruf f beserta pejelasannya, hanya disebutkan ‘bunga’ dan ‘termasuk’ (antara lain, contoh, himpunan bagian). Tidak ada definisi maupun pembatasan istilah bunga. Bila redaksinya bukan ‘termasuk’ tetapi ‘yaitu’, maka diskusi selesai. Dengan demikian saya berpendapat definisi bunga dlm UU PPh dilepas, diserahkan kpd praktek bisnis atau teori keuangan ttg bunga.

Klo kita buka literatur keuangan ttg ‘interest’, maka definisi ‘interest’ adalah :

1. The fee charged by a lender to a borrower for the use of borrowed money

2. The return earned on an investment.

3. Partial or total ownership in an asset.

Menurut saya, imbalan bunga kpd WP dapat dikategorikan dlm definisi no.1 dan 2. Sederhananya, imbalan bunga kpd WP terjadi ketika WP terlanjur menyerahkan uangnya kpd negara (SKPKBT/SKPKB), dan ternyata seharusnya tidak terutang (bukan piutang atau asset negara). Dengan kata lain WP telah menyerahkan asset (kas)nya kpd negara, dan negara telah menyimpan kas (asset) WP tsb dalam jangka waktu tertentu. Klo kita bicara bisnis/keuangan, maka telah ada bagian asset WP yang disimpan negara, oleh karena itu hal yg lumrah bila pihak yg menyimpan asset tsb menghitung ’time value of money’ atau ’opportunity cost’ dgn membandingkan bila kas tsb disimpan di bank. Besarnya imbalan bunga dan sanksi bunga dalam UU KUP sebesar 2%/ bulan tentu telah memperhitungkan ’rate of return’ di pasar.

Pernah ada WP yg sengaja tidak menyetor PPN yg dipungutnya utk jangka waktu beberapa bulan utk digunakan sbg modal kerja. WP tsb menanyakan besarnya sanksi bunga (istilah WP : rate pajak) terlambat setor masa PPN. Setelah membandingkan cost of capital di pasar (bunga CC, bunga pinjaman di bank atau pihak2 lainnya), WP merasa rate pajak (sanksi bunga 2%/bln) cukup kompetitif sehingga menggunakan dulu setoran PPN tsb utk modal kerja dan siap membayar sanksi bunga 2%/bln.

WP pernah menanyakan, apakah Nett swap settlement (transaski hedging), yaitu selisih negatif antara jumlah fixed yg WP bayar (dalam Rp) dan jumlah $ yg dibayar oleh perusahaan hedging, termasuk bunga ?. Ada yg mengatakan tidak masuk dlm definisi ’interest’ , karena tidak ada persentase tertentu dan pokoknya, tetapi hanya selisih hak dan kewajiban. Berdasarkan komentar model UN dan OECD interest rate Swap tidak termasuk dalam pengertian interest pasal 11 tax treaty, namun UU No.17/2000 Pasal 26 (1) huruf b dgn jelas menyebutkan premi swap sbg bunga. Kembali, terbuka ruang diskusi ttg bunga.

Kesimpulannya, pengertian bunga as Pasal 4 ayat (1) huruf f tidak sebatas bunga yg berkaitan dgn utang-piutang, tetapi lebih luas yaitu bunga sebagaimana dlm teori keuangan dan praktek bisnis.

About these ads

3 thoughts on “Bunga Pasal 4 (1) UU PPh

  1. mas, sekedar tambahan aja, setau saya imbalan bunga yg dibayar kepada WP sudah diatur tersendiri dalam UU 36 2008 tapi pasal 4 ayat 1 huruf r mas (kalau ga salah inget sih). disitu jelas2 dikatakan swbagai “imbalan bunga yg dimaksud dlm UU KUP”. jadi saya rasa ga lagi menimbulkan wacana atau polemik mas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s